Speedy Bridge Repair

Posted on Posted in Uncategorized

speedy bridge repair

Biasanya, memperbaiki retak atau pecahan kolom sebuah jembatan yang rusak akibat gempa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Namun, tim peneliti yang dipimpin oleh University of Utah Civil and Environmental Engineering, Profesor Chris Pantelides telah mengembangkan suatu inovasi baru dalam memperbaiki kolom yang hanya memakan waktu beberapa hari. Proses ini dijelaskan dalam laporan yang baru dipublikasikan April 28, 2016 dalam edisi terbaru dari American Concrete Institute Structural Journal.

Prof Pantelides mengatakan bahwa dengan desain dan proses seperti ini, insinyur dan kru akan jauh lebih mudah dan lebih cepat untuk membangun kembali kota yang dilanda gempa bumi sehingga jalan raya penting tetap terbuka untuk kendaraan darurat.

Saat gempa terjadi, jembatan dirancang untuk menerima beban kerusakan di bagian atas dan bawah kolom vertikal di mana fondasi dan balok horizontal bertemu. Jika jembatan mampu bertahan dari runtuh tetapi kolom dari jembatan tersebut rusak, maka jembatan sudah tidak aman lagi untuk beroperasi. Dan jika beberapa tulangan baja di kolom telah retak atau putus, jembatan mungkin tidak dapat diperbaiki sama sekali dan harus diruntuhkan.

Tetapi jika kolom tersebut ingin diperbaiki, insinyur biasanya membuang kepingan yang ada di beton, mengganti baja tulangan dan baja melingkar pada bagian dalam, lalu kemudian mencor beton yang baru pada steel cast yang dibuat mengelilingi kolom. Ini merupakan proses yang memakan waktu lama sehingga jembatan tidak dapat digunakan untuk berminggu-minggu sampai perbaikan selesai.

Untuk memperoleh proses yang lebih hemat biaya dan lebih cepat, Prof Pantelides mengagaskan pembuatan beton berbentuk donat yang dilapisi oleh bahan serat komposit. Beton yang berlapis serat ini akan mengelilingi bagian bawah dan atas kolom. Material penglapis beton ini adalah carbon fiber-reinforced polymer, material yang lebih kuat dari beton dan baja.

 

Proses perbaikan normal:

1

Proses perbaikan inovasi terbaru:

2

Menurut Pro Pantelides, bentuk lingkaran akan memberikan kekuatan terbaik seiring dengan jumlah bahan yang digunakan. Tegangan dapat didistribusikan secara merata di seluruh pinggiran. Dengan metode ini, bila gempa bumi atau gempa susulan terjadi, jembatan akan tetap bertahan dan kerusakan yang terjadi akan berdekatan dengan donat beton tersebut sehingga memberikan jembatan “a second life”.

Proses ini bisa juga digunakan pada retrofit bridges untuk membuatnya lebih aman terhadap gempa, meskipun secara khusus dirancang untuk perbaikan. Dan hal itu tidak terbatas hanya pada perbaikan jembatan. Prosedur ini juga dapat digunakan pada kolom yang rusak di sekitar bangunan.

 

Sumber:

University of Utah. “Speedy bridge repair: Engineers develop process to repair earthquake-damaged bridge columns in days, not weeks.” ScienceDaily. ScienceDaily, 28 April 2016. <www.sciencedaily.com/releases/2016/04/160428132122.htm>.

One response to “Speedy Bridge Repair”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *