Smart Building

Posted on Posted in Uncategorized

Seiring dengan perkembangan teknologi, semua aspek kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, termasuk dunia ketekniksipilan. Hal ini terlihat dari perbedaan konsep pembangunan gedung-gedung tinggi di perkotaan maupun bangunan pencakar langit, baik dalam segi struktural, material, keamanan, kenyamanan, dan fleksibilitas.

 

Smart building atau Intelligent Building System adalah konsep bangunan pintar menggunakan sistem otomatisasi/Buliding Automation System (BAS). Sistem otomatisasi pada Smart Building mengacu pada penggunaan teknologi untuk mengendalikan peralatan dalam bangunan tersebut.

 

Mengapa Smart Building?

Berdasarkan data IBM Smarter Buildings Overview Dewan Sains dan Teknologi Nasional Amerika Serikat, bangunan komersial dan residensial mengkonsumsi sepertiga energi di dunia. Di Amerika Utara misalnya, penggunaan energi sebanyak 72 persen dari pembangkit listrik, 12 persen dari penggunaan air, dan 60 persen dari limbah non-industri. Jika trend energi digunakan di seluruh dunia secara terus menerus, maka bangunan-bangunan akan menjadi konsumen terbesar energi global pada tahun 2025-keatas.

Sektor Energi Smart Building

s

Terdapat sembilan sektor energi yang menjadi target efisiensi dari sistem manajemen Smart Building. Sektor energi tersebut dapat menjadi suatu bentuk sistem bangunan pintar, namun hal ini belum banyak dipertimbangkan pada konsep bangunan di Indonesia.

Contoh Smart Building di Dunia

satu-min

Gedung yang terletak di 122 Leadenhall Street di London ini terkenal dengan nama Cheesegrater. Gedung yang memiliki tinggi 225 meter ini dirancang akan mengadopsi beberapa teknologi pendukung, salah satunya sistem pemantauan penggunaan lampu. Selain itu, setiap tujuh lantai gedung ini terpasang sistem yang mengatur sirkulasi udara untuk mengurangi kebutuhan sistem pendingin (Air Conditioning) sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Cheesegraters juga difungsikan sebagai kantor pusat The New York Times dengan bingkai gedung yang terbuat dari baja daur ulang. Bingkai ditempatkan di bagian luar dinding dan didesain dengan jarak yang semakin besar dari bawah ke atas. Hal ini dimaksudkan untuk memanfaatkan cahaya matahari sehingga dapat mengurangi penggunaan lampu.  Begitu pula untuk pengurangan sinar matahari yang terlalu terik menggunakan bayangan yang dikontrol oleh sensor.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *