Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)

Posted on Posted in Uncategorized

2

Latar Belakang

  • Indonesia tercatat dalam 10 besar negara yang memiliki aliran uang gelap (illicit financial flows/IFF) dengan nilai lebih dari Rp 2.400 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
  • Dalam rentang waktu 2003-2012 Indonesia tercatat mengalirkan dana gelap sebesar US$ 187,84 miliar atau sekitar Rp 2.442 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS). Itu artinya, rata-rata per tahun total aliran uang haram di Indonesia sebesar Rp 244,20 triliun.
  • Banyaknya harta kekayaan maupun aset orang-orang Indonesia di negara lain semakin menguatkan Direktorat Jenderal Pajak untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-undang (RUU) Pengampunan Pajak atauTax Amnesty tahun 2016.
  • Selain itu, pemerintah kerap kesulitan menggali potensi pajak sehingga membuat tax ratio pajak tahun lalu hanya 11 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  • Penyebabnya yakni masih rendahnya kesadaran membayar pajak dan belum maksimalnya data wajib pajak.

Tujuan

  1. Mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta, yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi.
  2. Mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi.
  3. Meningkatkan penerimaan pajak untuk anggaran di bidang lain

Deskripsi

  • Pemerintah menargetkan perolehan uang tebusan sebesar Rp 165 triliun untuk program ini, dengan dana yang direpatriasi dari luar negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan dana yang dideklarasi sebesar Rp 4.000 triliun, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
  • Harta yang diikutkan dalam program amnesti pajak dapat menggunakan dua jalur. Pertama, cukup deklarasi atau melaporkan saja. Baik itu harta yang di dalam negeri maupun di luar negeri. Jalur kedua adalah repatriasi, yaitu membawa pulang harta yang disimpan di luar negeri

Terdiri dari 3 Periode:

  • 1 Juli 2016 – 30 September 2016

Tarif tebusan:

Repatriasi: 2%

Deklarasi: 4%

  • 1 Oktober 2016 – 31 Desember 2016

Tarif Tebusan:

Repatriasi: 3%

Deklarasi: 6%

  • 1 Januari 2017 – 31 Maret 2017

Tarif Tebusan:

Repatriasi: 5%

Deklarasi: 10%

Tarif Tebusan khusus UMKM

  • Deklarasi harta s.d. 10 Milyar: 0,5%
  • Deklarasi nilai harta >10Milyar: 2%

UMKM yang dimaksud adalah Wajib Pajak, baik Orang Pribadi atau Badan, sepanjang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha hingga Rp 4,8 miliar pada Tahun Pajak terakhir dan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau pekerjaan bebas.

Jumlah Uang yang dibayar:

Uang tebusan = Tarif x Nilai Harta Bersih

Keterangan:

Nilai Harta bersih = Akumulasi seluruh kekayaan seseorang baik berwujud atau tidak yang dikurangi dengan jumlah pokok utang yang belum dibayar yang berkaitan dengan perolehan harta

 

Keberjalanan Periode I:

Total nilai harta yang dilaporkan dalam pengampunan pajak sebesar Rp. 3.770,45 trilliun terdiri dari deklarasi harta dalam negeri sebesar 2.555 trilliun dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp. 974 trilliun serta repatriasi sebesar Rp. 141 trilliun. Sementara uang tebusan pengampunan pajak yang terkumpul sebesar Rp. 89.2 trilliun.

Tabel Penerimaan Periode I beradasarkan Negara

Negara Deklarasi Repatriasi
Singapura Rp. 730,84 Triliun Rp. 87,91 triliun
Virgin Islands Rp. 75,87 Triliun Rp. 2,66 Triliun
Cayman Islands Rp. 52,75 triliun Rp. 16,51 Triliun
Hongkong Rp. 52,79 Triliun Rp. 14,4 triliun
Australia Rp. 38,48 triliun Rp. 1,43 triliun

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika dilihat dengan seksama, pencapaian nilai deklarasi harta tersebut sukses melampaui perolehan negara lain yang menjalankan tax amnesty di tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data dashboard Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan pada 28 Oktober 2016, nilai pernyataan harta berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) mencapai Rp 3.876 triliun.

Komposisi nilai pernyataan berdasarkan SPH itu antara lain deklarasi dalam negeri mencapai Rp 2.751 triliun. Kemudian deklarasi luar negeri sebesar Rp 983 triliun, dan dana repatriasi sekitar Rp 143 triliun. Sedangkan uang tebusan berdasarkan SPH yang disampaikan tembus Rp 94,1 triliun.

Data Perbandingan dengan negara lain:

Negara

Nilai Deklarasi Harta

Tahun
Indonesia Rp. 2751 Triliun Hingga 28 Oktober 2016
Italia Rp. 1179 Triliun 2009
Chili Rp. 263 Triliun 2015
Spanyol Rp. 202 Triliun 2012
Afrika Selatan Rp. 115 Triliun 2003
Australia Rp. 66 Triliun 2014
Irlandia Rp. 26 triliun 1993

 

Negara Realisasi Uang Tebusan Tahun
Indonesia Rp. 94,1 Triliun Hingga 28 Oktober 2016
Italia Rp. 59 Triliun 2009
Chili Rp. 19,7 Triliun 2015
Spanyol Rp. 17,7 Triliun 2012
Australia Rp. 7,9 Triliun 2014
Irlandia Rp. 4,1 triliun 1993
Afrika Selatan Rp. 2,3 Triliun 2003

 

 

 

One thought on “Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *